Selasa, 16 Agustus 2016

Pulang Ke Toba

Jumat, 5 Agustus 2016 Bapauda (adik Papa) meninggal di Medan, dan akan dimakamkan di kampung halaman, Ajibata, Sumatera Utara.

Saya memutuskan pulang.

Saya sayang almarhum Bapauda saya ini. Saya sangat sedih Beliau meninggal. Saya ingin bisa menghadiri pemakamannya.

Saya pun rindu Toba. Sangat.

Ajibata adalah sebuah kecamatan yang lokasinya persis "nempel" dengan Danau Toba. Secara alaminya diberkahi Tuhan pemandangan danau yang indah. It's Toba. Ada yang lebih indah ? :)

Terakhir saya pulang kampung di tahun 2007.

Maka saya pun bersiap. Tidak sendiri, saya dan Theo.

Terbersit keinginan membawa Theo ke Toba.

Inginnya dalam suasana sukacita, memang untuk jalan-jalan atau liburan, bukan dalam suasana duka seperti ini. Tapi saya pikir lagi mau kapan lagi ada momennya? Lagipula kalau Theo saya tinggal, saya mau titipkan ke siapa? Semua keluarga juga sedang berduka.

Maka dipesanlah 4 tiket untuk flight jam 5 pagi, Sabtu 6 Agustus, dari Bandara Halim.

Kami; Papa, Mama, Saya, Theo.

Saya tidak bisa bilang bahwa saya frequent traveler, tapi dalam satu tahun lumayan ada lah saat-saat saya berkoper atau bertas-ria untuk pergi entah urusan kantor ataupun perjalanan pribadi, dan bisa saya simpulkan (halah, menyimpulkan sendiri) bahwa saya traveler yang sangat ringkas.

Untuk membawa keperluan saya dan Theo, termasuk keperluan saya untuk acara pemakaman Bapauda; baju khusus dan kain panjang, saya menggunakan cukup 1 koper kecil.

Tentang packing ala saya akan saya buatkan tulisan tersendiri ya.

Dalam tulisan ini yang ingin saya bagikan adalah trip saya dan Theo selama 2 hari saja (karena 2 hari lainnya dari total 4 hari kami disana, berkaitan dengan pemakaman Bapauda). Kami kemana saja dan ngapain saja.

Just us; Muti dan Theo :)

Ini bukan penerbangan pertama Theo. Tahun lalu di bulan November kami berlibur ke Yogya. He was 2 years old at that time. Saya sempat khawatir dia akan sulit di penerbangan. Ternyata dia santai, menikmati, dan tenang selama penerbangan Jakarta-Yogyakarta-Jakarta saat itu.

Saya tidak sekhawatir dulu, saya yakin penerbangan kali ini pun akan berjalan lancar. Yang saya khawatirkan hanya harus membawa dia terbang dini hari. Puji Tuhan, penerbangan kemarin pun aman dan lancar. Theo tenang dan menikmati perjalanan kami.


Opung Boru, Theo, Opung Doli. Look at that boy!!! Gayanyaaaa... Seolah dengan kekuatannya lah trolley itu bisa digerakkan :). Agustus 2016, Bandara Kualanamu. Saya dan Theo baru pertama kali ini landing di Kualanamu. 



Pemandangan dari teras hotel tempat kami menginap di Ajibata, Star Hotel. Hotel sederhana, milik masih saudara jauh, jadi dapat harga kamar diskon hihihi... Beruntungnya hotel ini dapat lokasi "nempel" ke danau, Jadi harga hemat, pemandangan dari hotel tetap ciamik :)



How happy he was at ferry. Dari pelabuhan Ajibata saya dan Theo ke Tomok menyebrangi danau dengan naik kapal penumpang. Walau ini kapal kecil, Theo bisa menikmati perjalanan pertamanya dengan kapal. He was very cheerful :)


Sampai di Tomok, pastinya dong saya ajak Theo ke Makam Raja Sidabutar, Mutinya kan boru Sidabutar :). Dari pelabuhan Tomok ke lokasi wisata kami naik Bentor alias Becak Motor. Kami ikutan nimbrung saja sama rombongan Turis Lokal dari Bandung, ada 5 orang yang sedang trip juga di Tomok. Saya minta izin ikut rombongan mereka selama perjalanan dan mendengarkan penjelasan tour guide. Ehm...termasuk minta tolong foto-in saya dan Theo :)


He run here and there free in the souvenir shops' alley in Tomok. Thank God he was happy with our trip.


I love this pic. Saya dan Theo dengan latar Danau Toba dan langitnya yang bersih.


Anak. Dimanapun saat bertemu dengan sesama anak, langsung main. Theo sangat mudah beradaptasi dengan anak-anak di Ajibata dan dia asik main di pasir tepi danau. It was very lovely see him that happy :)


My dear son. At kualanamu. Mau balik ke Jakarta. Dia hampir 3 tahun. Sangat aktif, berani, dan membuat saya kewalahan mengejar kesana sini selama di ruang tunggu bandara :)

 Cerita perjalanan kami ini bersambung di tulisan berikutnya ya.

-nova-

Rabu, 27 Juli 2016

Berjalan

Terus berjalan.

Berhenti untuk sesaat.

Kemudian teruslah berjalan.


Saya (sepatu saya, ya? :)), Bandung, Juli 2016
 
*note to myself for whatever happen in my life

Kamis, 14 Juli 2016

Temanya Apa?

Kalau lihat blog-blog nan heits omaygot disana-sini... Itu para Blogger nya kece dan keren banget ya. Dedicated his/ her/ their blogs for some specific themes gitu. It could be beauty, travel, food, health, fashion, dan beberapa tulisan tentang personal life nya. Ciamik!

My blog?
Ehmm... emak-emak ngantor yang iseng aja gitu nulis di rumah pas anak sudah tidur di malam hari, untuk kemudian di-upload saat ada waktu dan kesempatan masuk ke blog sendiri. Tema blog saya? Generalis abis :).

I write what crossed in my mind, what i saw, what i heard, what i read, etc. I have no particular theme.

Well, ya benar-benar keseharian.

But now... Saya lagi ada beberapa project yang saya sendiri excited banget ingin menjalankan dan mewujudkannya.

Mungkin -kalau bisa disebut project- yang paling dekat adalah menurunkan berat badan secara sehat :D
 

Saya, Thailand, 2011. Lima tahun berlalu... Bukan Thailand nya yang jadi masalah, tapi kapan saya bisa sekurus itu lagi yang jadi masalah *tear*

-nova-

Selasa, 12 Juli 2016

Setelah Libur Lebaran

Selamat Idul Fitri 1437 H bagi teman - teman yang merayakan.

Seperti ala pegawai lainnya hari terakhir kerja kemarin sebelum libur panjang adalah 1 Juli dan baru masuk kembali 11 Juli. 10 hari kalender libur tuh..... heaven! :)

Saking senangnya sebelum libur saya sudah buat jadwal kegiatan apa saja yang mau dilakukan. Hal - hal, tempat - tempat yang belum sempat dilakukan atau dikunjungi selama ini, diniatin banget di liburan kemarin bisa diwujudkan. 

Terwujud kah? Iya doooonngg... Bisa ajak anak liburan dengan keluarga besar ke Sentul, ajak anak main di playland, bisa do simple things yang selama ini belum sempat dikerjakan seperti clean up lemari baju, membereskan peralatan make up dan skin care - untuk kemudian berkomitmen menjalani ritual skin care dengan lebih disiplin, membereskan folder di laptop, memastikan koneksi internet modem andalan bisa stabil, dll, selesai dong. Senang sekali :).

 
Theo dan Sean, sepupunya, di toko mainan, We started the long holiday by visiting toy store :)


Theo di playland. We ended the long holiday in playland :)

Awal baru setelah liburan panjang jadi semakin semangat karena beberapa project terbentang di depan mata untuk dieksekusi.

Bagi saya yang juga penting selama libur kemarin mencoba untuk menjaga kesadaran. 

Jadi seperti yang saya tulis di blog sebelumnya, saya merasa dalam banyak hal saya sering tidak sadar, i mean melakukan hal-hal tertentu tuh entah secara ya sudah lah ya otomatis aja dilakukan atau justru dilakukan secara impulsif.

Ingat dong kemarin menjelang Hari Raya yang namanya pusat perbelanjaan gelar diskon dimana-mana segede-gede gajah tulisan sale, diskon, dll. Saya sadar saya suka kalap sentosa melihat tulisan-tulisan itu, maka dengan sadar saya mengatur jadwal liburan saya kemarin no mall. Saya tidak ke mal sama sekali, kecuali di hari Sabtu untuk ajak anak saya ke playland. Saya tidak belanja secara menggelegar dan heboh, saya tidak membeli apapun yang kemudian saya sesali karena ternyata ga perlu juga barang tersebut.

Dengan merapikan lemari baju, ada banyak baju yang saya keluarkan dari lemari, more about baju-baju yang sudah sangat lama tidak saya pakai karena tidak update, atau sudah super kekecilan, saya keluarkan, saya pisahkan, dan saya titipkan ke Mama untuk dikasih ke keluarga yang sekiranya perlu. Dengan merapikan lemari baju saya juga jadi sadar oh ternyata baju saya warna tertentu udah banyak banget ya, semacam jadi alert buat saya untuk berikutnya jangan beli baju warna itu lagi. 

Saya juga merapikan lemari baju anak saya. Memastikan baju-baju bayinya (dia hampir 3 tahun, udah ga bayi juga lah ya), atau baju-baju lamanya yang masih sangat baik kondisinya tapi sudah tidak muat, saya keluarkan, dan saya titipkan ke ART saya untuk diberikan ke keluarganya yang punya bayi atau anak yang ukurannya sesuai dengan baju-baju anak saya.

Lemari baju kami jadi longgar.

Nah, project di minggu ini yang mau saya kerjakan adalah merapikan sepatu dan sendal serta tas-tas saya.

Sangat nikmat ternyata ketika barang-barang yang kita miliki, kita sadar memilikinya, kita sadar kita punya, sehingga rasa ingin beli yang lain itu ternyata memang tidak perlu diwujudkan juga, karena kalau mau jujur look at our closet, itu baju kalau semuanya dipakai sehari satu pasang, baju yang sama bisa ketemu lagi untuk dipakai lagi baru di bulan ke berapa, gitu.

A woman (katanya) always feel like I have nothing to wear padahal isi lemarinya penuh. Saya ga mau begitu, ah.

-nova-




 

Rabu, 18 Mei 2016

Bioskop, Lately

Agak lama aja ya sudah sebulan lebih sejak tulisan terakhir 

*he-eh

Bukan karena saya sedang sibuk luar biasa, more about memang bingung aja mau nulis apa secara lots of things happen lately.

But what i remember to write adalah movieeeeee...






Gosh... sejak April layar bioskop dimanapun memanggil-manggil saya untuk nonton karena kok ya banyak film yang sayang kalau ga ditonton (I'm not saying if the movies are good or whatsoever ya, pokoknya film yang sepertinya menarik dan kudu ditonton).

Then here are the lists so far :

- AADC 2 
Siapa dong yang ga nonton? Hihihi... Pengakuan nih, saya nonton film ini sampai 2 kali, loh. Ada yang seheboh saya juga kah nonton more than one time?

Side effect nya? Ya Gusti, Nicholas Saputra tuh cakep yaaahh... And when i share the story sama teman kantor, most of them commented "Nah dari 2002 kemana aja, Buuuu baru sukanya sekarang?". But then I think better late than never kan? :D.

I mean I really like, I remember when I had a crush (a crush.... woohhoo....) sama Leonardo DiCaprio dan Christian Bale and since then saya selalu usahakan nonton film-film yang ada merekanya, saya tuh jadi begitu loh ke Nicholas Saputra. Ya ampun, ini emak satu kemana aja emang yah....

- Captain America : Civil War
Mmmm... berbagi layar sama AADC2 kan, ya mumpung ke bioskop sekalian aja lah ya nontonnya.

- X-Men : Apocalypse
Yaaahh... kan udah nonton X-Men yang sebelum-sebelumnya, masa yang ini nggak? :D

.... dan daftarnya berlanjut nih.

I want to watch My Stupid Boss juga nanti pas udah tayang. I read the books. Yes! Kalau ga salah ingat bukunya ada 2 seri deh, dan i read all of them. Sejak baca bukunya saja, saya sudah ketawa ngakak. Would love to see the movie.

Aih aih... Bioskop, lately, sangat memanjakanku.

Oh iya, ga lupa juga gonna take my Theo nonton Angry Bird lah ya...

-nova-

Selasa, 29 Maret 2016

Mindfulness





Salah satu sisi view Kiyomizu Temple, Jepang, 2015. Saya sampai di puncak Kiyomizu Temple menjelang sunset, dan saya ingat betul yang saya rasakan saat melihat ke arah sisi ini, tenang, adem... Saya beruntung bisa menikmatinya


Belakangan ini sering sekali membaca kata ini di aneka media. Selalu hanya membaca sekilas, tidak memaknai artinya, ya udah sih baca sambil lalu begitu aja.

Sampai kemarin I - somehow, pas ingat sekarang juga bingung sendiri kok bisa ya - had a great time to be in silent. Actually when I was driving. Tidak menyalakan radio, tidak sambil sesekali cek handphone (ok, ini tidak dibenarkan), benar-benar hanya fokus dan menikmati traffic sebisa mungkin.

Kadang kita (saya) melakukan banyak hal secara bersamaan, mengerjakannya atas nama ketergesaan, mengerjakannya secara teknis begitu saja, terjadi begitu saja tanpa benar-benar sadar dan memaknai apa yang dikerjakan.

Contoh yang sering saya alami misal saya antri di kasir minimarket, biasanya di depan meja kasir kan ada aja tuh ya aneka coklat dan permen dan cemilan-cemilan lain. Sementara kasir sedang mem-bar-code (apa sih istilahnya yang benar? :D) saya sibuk pilih-pilih coklat, dan seketika kasih ke kasir sambil bilang "Ïni juga deh, Mbak" tanpa saya rencanakan sebelumnya tanpa saya sadari sepenuhnya apa iya saya memang butuh coklat itu? Dan pas kasir mention misal "Semua jadi sekian rupiah, Bu" saya bingung aja sambil mikir beli apaan aja sih ini ya kok jadi segini, padahal tadi dari rumah cuma pingin beli roti tawar, misalnya.

Atau seringnya pas saya nyetir. Saya tidak fokus pada traffic. Saking sudah terbiasanya menembus macet tol setiap pagi saya sampe sudah refleks aja gitu pasrah bahwa tol pagi hari memang macet dan saya hanya tinggal mengikuti arus. Saya tidak memaknai perjalanan, saya sering loh nyetir sambil pikiran kemana-mana atau pikiran kosong (loh?) terus tiba-tiba oh sudah sampe sini ya?

Atau di kantor deh, lagi berusaha fokus menyelesaikan program pemasaran bulan ini, misalnya terus tangan iseng aja gitu atas perintah otak yang juga iseng tentunya buka-buka web online shop apalah, lihat-lihat model baju apalah, atau baca artikel apalah, terus tiba-tiba eh udah setengah jam aja such a waste of time dan pas mau balik lagi ke topik program pemasaran yang tadi sedang dikerjakan saya hang dulu mau mulai lagi dari mana ya.

Nah, ini contoh paling mengenaskan dan paling sangat sangat sering banget terjadi. Memilih makanan. Saya sering tidak dengan kesadaran penuh memilih makanan. Beli makan siang, misalnya kalau saya lagi dinas di luar kantor ya sudah sih makan dimana resto atau rumah makan yang terlihat bersih dan enak aja, tanpa saya menyadari terlebih dulu sebenernya saya butuh makan sehat apa? Apakah saya lagi kurang makan sayur, misalnya? Atau jangan juga lah makan bebek goreng lagi kan minggu kemarin udah, katanya itu kolesterolnya banyak loh, tapi saya ga menyadari, pokoknya yang penting makan aja dulu.

Ini satu contoh lagi yang mengenaskan sangat. Setelah all day long with daily activities, sampai rumah lagi, sambil main sama Theo saya juga sibuk stalking-in account instagram entah siapa ajalah sambil lihat dagangan orang-orang (instagram tuh sejenis pasar juga ya? :D) dan setiap Theo manggil saya "Ma... (ok, dia belum bisa bilang Muti) iyat... iyat..." yang maksudnya "Ma, lihat... lihat" sambil dia unjuk kebolehan joget2 ikutin jingle iklan di tivi, and I suddenly realize oh sampai anak saya pun, saat tubuh saya secara fisik ada di dekat dia, anak saya harus minta perhatian saya secara khusus untuk melihat dia karena walau badan saya ada tapi pikiran saya ke handphone dan aneka account instagram itu.

Itu... nonjok saya banget deh.

Dan hari Minggu kemarin saya ajak Theo ke Gramedia (saya bukan sponsor article atau apalah), niatnya ajak Theo beli buku cerita baru karena buku cerita dia sebelumnya sudah habis saya bacakan, dan di salah satu rak saya menemukan bukunya Adjie Silarus; Hadir Utuh Sadar Penuh. 

Baru sampai fase buka bungkus plastiknya sih per hari ini hihihi...

Pasti saya baca. Apakah cukup menjawab kegelisahan saya tentang mindfulness?

Nanti saya tulis lagi ya.

Paralel saya juga lagi baca buku Focus nya Daniel Goleman.

Tuh kan baca buku aja ga fokus hihihi...

Sedang saya baca. Apa isinya nanti saya tulis lagi ya.

Selamat Selasa, Selamat berkarya :)

-nova-

Jumat, 18 Maret 2016

Lari


I was a runner. At least sampai zaman SMU I was Pelari Sekolah lah, lumayan kuat, lumayan lama endurance nya, dan sangat menikmati lari.

Then I left it.

And now I miss it.

Kangen lari. Kangen "mengalahkan diri sendiri" untuk mencapai tujuan yang diniatin sejak start. Kangen pakai sepatu olahraga :). Ingin hidup lebih sehat.

Dalam rangka badan bergerak dan niat hidup lebih sehat beberapa waktu lalu sempat join fitness center gitu, bahkan sempat pakai Personal Trainer segala deh. Tapi kemudian menyadari dua kendala utama; saya pembosan dan tidak bisa berkomitmen dengan waktu mengingat jam kerja dan mengurus usaha yang tak tentu waktu. Yang ada rasanya rugi aja bayar fee terikat sekian lama tapi dalam satu bulan bisa datang 1x aja rasanya udah susah banget atur jadwalnya.

Then I decided selesai membership di fitness center. Not to mention join fitness center ga baik ya, more about kesesuaian pola saja. For those who are committed with schedule, join fitness center tuh asik banget dan amat sangat banyak manfaatnya untuk kesehatan.

It just doesn't fit on me :D 

Couple of days ago cek cek cek rak sepatu dan mendapati hey, sepatu putih pink yang biasa saya pakai olahraga ini masih ada, masih bagus, cuma dekil berdebu karena lama ga disentuh.

Dicuci, dibersihkan, dan jadi bagus lagi, bersih lagi.

Sekarang sepatu sudah bersih. Apa saya akan lari lagi? Saya niat :). Akan diwujudkan? Nanti saya share lagi ya...

Tidak berencana untuk ikut marathon sekian K yang lagi hip banget, tidak juga berencana untuk jadi atlet hihihi... Cuma pingin bisa bangun lebih pagi, lari, berkeringat, sehat, dan merasa "ok, I know I give my body more opportunity to be healthier".

*Errr... kalau ternyata bisa ikutan marathon sekian K gpp juga sih. Can they -The Panitia-  bikin dulu marathon 1k aja? 1K tuh dihitung marathon ga sih?*.

-nova-